Kemampuan Menulis Seorang Public Relations Bagian 1

naskah prHanya sebagian kecil dari manajer perusahaan, tokoh organisasi dan tokoh publik yang memiliki kemampuan menulis sama bagusnya dengan kemampuan berbicara. Kemampuan menulis dipakai untuk menulis artikel di media, pidato, memberikan pernyataan (testimoni) dan memo. Jika tidak di kelola dengan baik, bisa berdampak buruk bagi pencitraan perusahaan, organisasi atau tokoh tersebut.

Untuk mengatasi hal ini, mereka seringkali membutuhkan penasehat dari seorang praktisi public relations. Saya akan mencoba berbagi tulisan tentang bagaimana strategi kemampuan menulis seorang public relations.

Public Relations harus memahami dulu faktor yang mempengaruhi pemahaman publik atas informasi yang dibaca, kemudian komunikasikan ide atau penjelasan kepada publik melalui tulisan yang jelas, enak dibaca dan mudah dipahami.

Pada prinsipnya ada beberapa hal krusial dalam penulisan naskah Public Relations yang perlu dipertimbangkan. Bapak Prayudi membaginya dalam 5 hal ((Prayudi. 2007. Penulisan Naskah Public Relations. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.)) , supaya tercipta pemahaman yang baik dibenak publik terhadap organisasi, tokoh, atau perusahaan.

1. Tujuan Penulisan

Secara umum tujuan penulisan naskah PR sama dengan tujuan public relations. Grunig dan Hunt (1983:134) ((Grunig, James E & Todd Hunt. 1984. Managing Public Relations. Florida: Holt,Rinehart, and Winston Inc.)) mengidentifikasi 5 tujan aktivitas PR, yakni : komunikasi, menerima pesan, penerimaan kognisi, pembentukan atau perubahan sikap (penilaian atau keinginan perilaku) dan perilaku terbuka.

Kejujuran, fakta dan informasi yang disampaikan harus bisa memenuhi harapan dari berbagai publik organisasi, dan disaat yang bersamaan bisa menciptakan pengertian bersama antara organisasi dengan publik. Praktisi PR harus menjaga reputasi perusahaan di satu sisi dan memahami keinginan publik di sisi lain.

2. Objektivitas

Penulisan naskah harus mengacu kepada manfaatnya, serta terpisah dari identitas penulis. Agar informasi anonimus itu diterima publik, kata dan kalimat yang termuat harus memiliki integritas dan wewenang.

Integritas dipahami sebagai tulisan yang memuat kepentingan atau tujuan dari dikeluarkannya tulisan, sedangkan wewenang dipahami sebagai kompetensi atas dikeluarkannya tulisan yang dianggap dapat mewakili pihak manajemen.

3. Review Sumber Informasi

Praktisi PR harus teliti mengecek kembali naskahnya sebelum di publikasi. Mulai dari apakah gagasan pokok telah dituangkan dalam bahasa yang benar, sampai pengenalan karakater media tempat naskah akan diterbitkan.

Selain itu, dibutuhkan kutipan penjelasan dari tenaga ahli apabila menyangkut isu yang sangat bersifat teknis dan menyangkut nyawa manusia. Seperti : kandungan kimia, alat kesehatan, zat makanan dan lain sebagainya. Pastikan kata – kata istilah yang digunakan sudah dipahami secara jelas dan komprehensif.

4. Dampak yang diharapkan.

Selain dampak tulisan kepada publik yang membaca, seorang Publik Relations juga perlu memikirkan dampaknya bagi media. Harus memberikan strategi solusi kreatif, bagaimana pihak media tersebut bisa mendapatkan persepsi positif yang mendalam.

Kemas informasi, pesan dan data mengenai perusahaan/organisasi dalam berbagai bentuk, seperti press kit atau media kit yang berisi factsheet, backgrounders yang pada prinsipnya memuat profil perusahaan, whitepaper, brosur, dan flier.

5. Teknik Tulisan

Teknik penulisan naskah harus sesuai dengan publik sasaran, misalnya pilihan kata, penggunaan tata bahasa, dan sisi yang ingin ditonjolkan dari naskah yang akan ditulis.

Praktisi PR tidak menjual produk, tetapi membangun image produk dengan teknik edukasi konsumen. PR tidak menegaskan perusahaan telah mengeluarkan produk, tapi lebih dari memfokuskan pada manfaat dan keunggulan produk tersebut bagi konsumen.

Sebatas ini saja dulu bagian pertama, selanjutnya saya akan menulis tentang teknik penulisan naskah public relations pada bagian kedua.

Referensi :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>