jht jamsostekJika kemarin sudah membahas tentang jaminan pemeliharaan kesehatan dari JAMSOSTEK, kali ini saya akan menulis tentang jaminan hari tua JAMSOSTEK.

Definisi Program JHT
Program Jaminan Hari Tua ( JHT ) ditujukan sebagai pengganti terputusnya penghasilan tenaga kerja karena meninggal, cacat, atau pensiun dengan sistem tabungan hari tua. Program JHT memberikan kepastian penerimaan penghasilan yang dibayarkan pada saat tenaga kerja mencapai usia 55 tahun atau telah memenuhi persyaratan tertentu.

Iuran Program Jaminan Hari Tua :

  • Ditanggung Perusahaan = 3,7%
  • Ditanggung Tenaga Kerja = 2 %

Kemanfaatan Jaminan Hari Tua adalah sebesar akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.  (informasi saldo akan diberikan setiap awal tahun)

Manfaat Program JHT
Jaminan Hari Tua akan dikembalikan / dibayarkan sebesar iuran yang terkumpul ditambah dengan hasil pengembangannya, apabila tenaga kerja :

  • Mencapai umur 55 tahun atau meninggal dunia, atau cacat total tetap
  • Mengalami PHK setelah menjadi peserta sekurang-kurangnya 5 tahun dengan masa tunggu 6 bulan (skrng 1 bulan udah bisa)
  • Pergi keluar negeri tidak kembali lagi, atau menjadi PNS/ABRI.

Tata Cara Pengajuan Jaminan :

  • Setiap permintaan JHT, tenaga kerja harus mengisi dan menyampaikan formulir 5 Jamsostek kepada kantor Jamsostek setempat dengan melampirkan :
  • a. Kartu peserta Jamsostek (KPJ) asli.
    b. Kartu Identitas diri KTP/SIM (fotokopi).

  • Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang mengalami cacat total dilampiri dengan :
  • a. Surat Keterangan Dokter

  • Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggalkan wilayah Republik Indonesia dilampiri dengan :
  • a. Pernyataan tidak bekerja lagi di Indonesia
    b. Photocopy Paspor
    c. Photocopy VISA

  • Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang meninggal dunia sebelum usia 55 thn dilampiri :
  • a. Surat keterangan kematian dari Rumah Sakit/Kepolisian/Kelurahan.
    b. Photocopy Kartu keluarga.

  • Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang berhenti bekerja dari perusahaan sebelum usia 55 thn telah memenuhi masa kepesertaan 5 tahun telah melewati masa tunggu 6 (enam) bulan terhitung sejak tenaga kerja yang bersangkutan berhenti bekerja, dilampiri dengan :
  • a. Photocopy surat keterangan berhenti bekerja dari perusahaan.
    b. Surat pernyataan belum bekerja lagi

  • Permintaan pembayaran JHT bagi tenaga kerja yang menjadi Pegawai Negeri Sipil / ABRI.

Selambat-lambatnya 30 hari setelah pengajuan tersebut PT. Jamsostek (persero) melakukan pembayaran JHT

Disclaimer : Penulis tidak ada hubungan apapun dengan pihak Jamsostek, tulisan ini bertujuan menambah wawasan penulis dan berbagi pengetahuan.