3 Jurus Nike Menaklukkan Bisnis Olahraga

NikeNike Inc. adalah salah satu perusahaan peralatan olahraga terbesar di dunia, dengan segmen sepatu menjadi produk andalannya. Resmi berdiri pada tahun 1978, mengambil nama sepatu rancangan William Bowerman yang diluncurkan pada tahun 1971. Waktu itu perusahaan ini masih memakai nama Blue Ribbon Sport yang didirikan oleh Philip H. Knight tahun 1962

Ada 3 jurus sukses yang diterapkan CEO Nike Inc. semenjak di pimpin oleh Parker, seorang CEO lulusan Pennsylvania State University yang telah berhasil menjadikan Nike.inc sebagai perusahaan raksasa.

1. Inovasi yang sejati – Genuine

Nike selalu menciptakan inovasi yang unik setiap produk yang mereka keluarkan, seperti bola tour accuracy golf Tiger Woods, sepatu yang mempunyai CHIP hingga pelari bisa sambil mendengarkan lagu, dll. Mereka selalu menciptakan sesuatu inovasi terbaru, hingga meningkatkan value dari produk itu sendiri.

2. Endoser

Nike Inc. sangat jeli dalam memilih endoser yang bisa mencerminkan produknya, lihat saja Tiger Woods – Golf, Michael Jordan – Basket, TimNas Brasil- sepakbola. Hal ini sesuai yang di katakan oleh Knight di majalah forbess februari tahun lalu : ” Nike didn’t need a brand guy, it needed a sports guy”

3. Community Marketing

Nike Inc piawai dalam merangkul para pelanggan untuk bergabung dalam sebuah komunitas. Salah satunya dengan membuat event yang mempertemukan para pegolf amatir dengan endoser nike golf. Dengan merangkul komunitas, Nike bisa menciptakan basis konsumen yang loyal dan menciptakan image seseorang bisa di bilang “sporty” dengan hanya memakai merk Nike, walau bukan seorang atlet.

Referensi:

1. Majalah SWA

2. Google

Komunitas Blogger Palembang Wongkito.net

Strength: Memiliki banyak Blogger dari kalangan profesional, seperti: IT Administrator, Programmer, Web Designer, Dosen, dll

Weakness: Citra negatif kota Palembang yang terkenal dengan kriminal.

Opportunity: Belum adanya komunitas yang mewadahi Blogger-Blogger Palembang.

Threat: Menjadi komunitas yang eksklusif

wk

Ketika KOPDAR pertama Blogger Palembang pada bulan november 2007, Saya sudah merasakan adanya chemistry dari “Strength “ orang-orang yang akan terlibat dalam komunitas ini. Disana ada Alamsyah Rasyid, Nike F Andaru, Ardy Hidayat, Andi Saleh (via online), Wahyu dan lain-lain.

Pembicaraan diawali dengan penyamaan visi sebagai komunitas pemikir dan missi mempersatukan potensi Blogger-Blogger Palembang untuk membangun citra positif kota Palembang. Selanjutnya vote pemilihan nama komunitas yang tertinggal 2 pilihan, yaitu : “Rumah Limas” ide Ardy Hidayat dan “Wongkito” ide Jafis (:D narsis dikit.)

Secara analisis SWOT, strategi pertama yang digunakan adalah Strategi SO (Strength – Opportunity). Membuat kepengurusan berdasarkan fungsional dengan komposisi : Ardy Hidayat sebagai Ketua, Nike F Andaru sebagai Sekretaris & Bendahara, Alamsyah rasyid sebagai Teknis, Andi Saleh sebagai Web Design, Wahyu sebagai koordinator operasional dan tentu saja saya sebagai HUMAS. Hasilnya “Opportunity” dimanfaatkan secara cepat.

“Weakness” perlahan bisa di tutupi dengan popularitas dari “Strength” anggota komunitas yang masuk ke area pergaulan Blogger secara nasional. Seperti mengirimkan perwakilannya di Pesta Blogger, WordPress Wordcamp, Blogtrip Pesta Blogger 2009 dan acara-acara komunitas Blogger daerah lain. Straight Forward pertamanya adalah mengundang Enda Nasution “Presiden Blogger Indonesia “ dalam acara “Pesta Blogger Palembang” yang diliput oleh media lokal dan nasional. Acara yang diadakan di PIM ( palembang Indah Mall) ini juga diikuti perwakilan komunitas blogger daerah lain.

Di usianya yang sudah 2 tahun Komunitas Blogger Palembang Wongkito telah menunjukan eksistensinya sebagai Komunitas Blogger yang memegang kukuh visi dan missinya. Beberapa kegiatannya adalah “Wongkito Goes To School (WKGTS)”, “Wongkito Peduli Korban Kebakaran (WPKK), “Wongkito Peduli Panti Asuhan ( WPPA)”, dan “Blogger Community On Trijaya Palembang 87.6 FM” setiap hari minggu.

Interaksi anggota komunitas yang banyak melalui blog dan milist, menimbulkan “threat” sebagai komunitas yang terkesan eksklusif. Orang yang ingin bergabung terhalang bila mereka tidak suka menulis di blog atau tidak dapat berkomunikasi secara baik dan aktif di milist.